Mewujudkan Mimpi Integrasi SIGN


Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi geospasial dan komunikasi telah nyata mengubah gaya hidup serta trend global. Hal ini perlu dicermati dalam menentukan arah kebijakan nasional kita di bidang geospasial. Pemangku kepentingan dalam jaring data spasial nasional secara terpisah maupun bersama-sama berlomba untuk mendapatkan teknologi terkini, baik itu data dan informasi maupun teknologi pengolahannya. Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa semua teknologi itu sedkit yang dihasilkan oleh bangsa kita.

Integrasi Data Spasial Nasional
Bertepatan dengan IGTE yang kelima ini, kita juga perlu memperjelas kembali peran dari masing-masing pemangku kepentingan dan pemanfaatan teknologi geospasial. Pertama, perlu kita ketahui ada tiga entitas yang selama ini sering dibicarakan dan perlu ditelaah kembali, yaitu akademisi, bisnis dan pemerintah.
Seperti kita semua ketahui, akademisi mempunyai andil dalam pengembangan serta penggunaan ilmu dan pengetahuan untuk mensejahterakan masyarakat, komponen bisnis berkepentingan dalam memanfaatkan teknologi untuk memetik keuntungan dan pemerintah menciptakan kebijakan yang menguntungkan semua pihak. Bagaimana dengan dunia geospasial kita? Kedua, apakah pemanfaatan data dan informasi geospasial sesuai dengan harapan kita selama ini? Kalau belum, komponen apa yang perlu ditelaah kembali, apakah itu harga, aksesbilitas, tema, minat maupun sarana.
Pameran IGTE kelima tahun ini mengangkat tema yang sangat penting. Sebuah Sistem Informasi Geospasial Nasional (SIGN) yang merupakan wujud atau realisasi dari Peraturan Presiden  Nomor 85 tahun 2007 tentang Jaringan Data Spasial Nasional ditampilkan dalam sebuah miniatur. Miniatur ini merupakan wujud nyata yang dapat digunakan tidak hanya untuk memberikan akses dan pelayanan mudah kepada masyarakat tetapi juga sebagai wujud dari pentingnya data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, yang menjadi amanah Undang-undang Nomor 32 tahun 2004.
Melalui Sistem Informasi Geospasial Nasional (SIGN) juga diharapkan dapat menggali dan mengelola potensi-potensi yang terpendam di Indonesia. Hal ini juga akan ditunjang oleh pembuatan undang-undang geospasial yang sedang dikaji oleh anggota DPR. Ralisasi Sistem Informasi Geospasial Nasional atau SIGN ini dapat terwujud akibat dukungan dari berbagai pihak. Pertama lembaga pemerintah kementerian dan nonkementerian yang termasuk dalam jaringan data spasial nasional, pemerintah daerah dan yang tidak kalah penting adalah para sponsor dalam pameran IGTE 5th   antara lain ESRI, Oracle, EMC, Cisco, Fujitsu dan IBM dalam mengimplementasikan Sistem Informasi Geospasial ke wujud nyata. Untuk peserta yang berpartisipasi dalam pameran adalah Bakosurtanal, Akira, Alpha Scale, Hi Target, Pasco, Almega, Geosystem, Pustekom, JNE, DAG, Wain Do, EDP Media, Fujitsu, Exol, Hidro Nav, CHC, Intermap, NGI, Geo Prima.


Sebuah Inovasi: Sistem Informasi Geospasial Presiden (Sigap)
Informasi yang disajikan dalam bentuk spasial atau tiga dimensi memiliki kelebihan dibandingkan dengan teks dan gambar dalam memberikan pemahaman untuk mengambil keputusan. Hal inilah yang mendasari pembuatan Sistem Informasi Geospasial Nasional Presiden (Sigap).
Sistem Informasi Geospasial Nasional Presiden (Sigap) dirancang sejak delapan bulan lalu oleh Tim Sigap dari Bakosurtanal dan rencananya bulan Agustus ini, Sigap sudah dapat ditayangkan di ruang sidang kabinet.
Dengan Sigap akan dipasang system presentasi 3 dimensi (3D) di ruang sidang kabinet yang mampu menampilkan informasi spasial untuk mendukung setiap pelaksanaan sidang kabinet.
Untuk sistem presentasi dari berbagai alternative yang ada seperti penggunaan Zebra Hologram Imaging, Xcite Projector dan Helio Display, tim Sigap memutuskan untuk menggunakan proyektor yang beresolusi tinggi dan berintensitas tinggi sehingga ruangan tidak perlu diredupkan pencahayaannya. Sistem ini sangat diperlukan karena dapat menampilkan citra yang tajam danbersifat dinamis. Sebab, yang dituntut pada Sigap, system informasi selain berbasis geospasial juga harus memberikan informasi terkini, akurat, relevan dan mudah dibaca. Dengan kehadiran Sistem Informasi Geospasial Nasional Presiden (Sigap) ini diharapkan dapat menyajikan data lebih baik dibandingkan dalam bentuk teks, table atau grafik serta tentunya untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan secara spasial (keruangan).

LAPORAN KUNJUNGAN IGTE 5th (INDONESIAN GEO-INFORMATION TECHNOLOGY EXHIBITION) 2010

“MEWUJUDKAN MIMPI INTEGRASI SISTEM INFORMASI GEOSPASIAL NASIONAL (SIGN)”


WIDO CEPAKA WARIH
0906515105

DEPARTEMEN GEOGRAFI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS INDONESIA
2010

Mewujudkan Mimpi Integrasi SIGN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih telah mengunjungi blog saya. Mohon kritikan dan sarannya ya :)

Featured Post

#25 Meraba Urat Nadi Kehidupan di Pulau Larat

Nelayan di Pulau Larat Geliat kehidupan di Pulau Larat dapat diraba dari interaksi warga pada sumber daya alam, tradisi, da...